|
Penyembahan yang Sejati |
|
|
|
Warta Sepekan 7 September 2008
Penyembahan sejati adalah mutiara yang langka dalam Gereja pada masa kini. Penyembahan merupakan suatu panggilan yang melampaui panggilan rasul, nabi, penginjil, pendeta, pengajar atau pelayanan lainnya. Panggilan untuk menyembah diberikan kepada setiap orang yang percaya, muda atau tua, dewasa atau belum dewasa. Allah mengharapkan dan memerintahkan umat-Nya untuk menyembah.
Salah satu masalah serius dalam Gereja pada masa kini adalah bahwa, walaupun penyembahan dituntut dari setiap orang Kristen, penyembahan hanya dialami oleh sangat sedikit orang. Dikebanyakan Gereja sebagian besar orang percaya jarang sekali bahkan belum pernah memasuki suatu perjumpaan dengan Allah dalam penyembahan sejati.
|
|
Read more...
|
|
|
Diubahkan untuk Mengubah |
|
|
 Kita sudah banyak mendengar tentang transformasi di marketplace dan juga di gereja beberapa waktu ini. Transformasi adalah suatu perubahan yang harus dimulai dari kita terlebih dahulu. Transformasi tidak dimulai atau berakhir hanya dalam waktu sehari atau sebulan tetapi berlangsung di sepanjang perjalanan kita dengan Kristus. Seperti seekor kepompong yang berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik, kita juga akan mengalami metamorfosa di mana kita harus berubah dari seekor kepompong. Hal itu membutuhkan kekuatan dan energi. Kekuatan yang kita butuhkan mungkin didapat melalui pergumulan kita, yang akan mengubah kita menjadi seorang Kristen yang lebih kuat. Kepompong di dalam hidup kita mungkin merupakan kedagingan, lingkungan atau pergumulan kita. Kata “Kristen” berarti seperti Kristus. Jika kita mengakui diri kita sebagai pengikut Kristus! Mari kita mempelajari langkah-langkah berikut ini mengenai cara untuk mengubah.
|
|
Read more...
|
|
Bertahan pada Tempat Anda Berada – Bag 2 |
|
|
Banyak diantara kita yang mengalami ketidakbahagiaan, situasi yang menimbulkan ketidakpuasan, atau bahkan situasi yang sulit. Walaupun setiap dari kita mengharapkan perubahan dan perbaikan, kita tidak perlu terus menerus memerangi situasi kita saat ini. Kita perlu belajar berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan menerima keadaan kita. Kita perlu berdamai dengan tempat kita berada sekarang. Dan Tuhan yang Mahakuasa dapat membalikkan situasi negatif kita dan membuatnya menjadi kebaikan. Tuhan bekerja di mana ada sikap yang beriman dan berpengharapan, bukan di mana ada sikap tidak percaya, kuatir, putus asa ataupun tidak berpengharapan. George Muller menggambarkan iman dan kekuatiran seperti dua sisi mata uang yang bertolak belakang. Kita dapat membayangkannya seperti tombol lampu. Saat kita kuatir, kita tidak mempunyai iman. (Kekuatiran yang dimaksudkan di sini adalah kecemasan yang tidak perlu, bukan pandangan ke masa depan secara bijak).
|
|
Read more...
|
|
Memenangkan Peperangan Rohani |
|
|
|
Warta Sepekan 31 Agustus 2008
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya ... Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6:10, 12).
Peperangan manusia telah dimulai sejak Adam dan Hawa hingga saat ini dan telah dimenangkan oleh Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib. Karena Kristus telah memenangkan peperangan bagi kita, itu sebabnya Paulus mengatakan bahwa kekuatan kita hanya ada di dalam Tuhan. Di luar Kristus kita tidak dapat melakukan apapun. Oleh karena itu kunci utama kemenangan kita untuk memenangkan peperangan ini adalah keintiman kita dengan Panglima Perang yang telah memberikan kemenangan bagi kita.
|
|
Read more...
|
|
Membangun Hubungan yang Lebih Baik (Bagian 2) |
|
|
|
Beberapa waktu yang lalu, kita telah mempelajari cara membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain, sehingga Bapa di sorga akan dimuliakan melalui tindakan kita juga. Dalam sesi ini, kita akan melanjutkannya dengan membahas cara membangun hubungan yang lebih baik.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 17 |