| Buah Roh - Kelemahlembutan |
|
|
| Written by bcssg |
|
FA [ COOL ] Material Week 2- July 2010 BUAH ROH - KELEMAHLEMBUTAN
Diadaptasi dari buku Buah Roh Kudus, John W. Sanderson Alkitab versi King James menuliskan kelemahlem-butan (gentleness) sebagai buah roh yang ke lima. Dalam bahasa Inggris sehari-hari, pengertian kata kelemahlembutan (gentleness) ini lebih baik jika diartikan dengan kata “kebaikan” (kindness). Buah roh ke delapan yang akan kita bahas pada hari ini diterjemahkan sebagai “meekness” atau kelemahlembutan dalam Alkitab versi King James. Namun dalam versi Alkitab bahasa Inggris yang lebih baru, kata kelemahlembutan (meekness) ini kebanyakan diterjemahkan dengan kata “gentleness”. Hal ini tidak merupakan suatu masalah dalam manuskrip Yunani di Perjanjian Baru. Bahasa Yunani praotes ditemukan dalam ketiga kata ini. Masalahnya adalah bahasa Inggris telah berubah sejak jaman King James dan Shakespeare.
Dalam kamus kita dapat melihat bahwa kata kelemahlembutan memiliki arti kesabaran atau dapat dikendalikan. Kelemahlembutan berarti memanfaatkan gairah kita dalam melayani Tuhan dan sesama; ini adalah sifat sabar dalam diri seseorang yang membuat orang tersebut menjadi sabar, memiliki toleransi serta tidak suka menimbulkan permusuhan dan kepahitan dalam dirinya (Titus 3:2-3). Dalam kitab Wahyu dituliskan bahwa Yohanes mencari seekor singa namun yang dia temukan adalah seekor domba. Buah roh “kelemahlembutan” bukanlah soal tidak dapat mengambil keputusan tetapi ini adalah suatu penolakan untuk menggunakan kuasa yang ia miliki untuk menyakiti orang lain, ketidak sediaan untuk menyerang orang lain dan melukai mereka karena alasan dendam, dengki atau kontrol.
Kelemahlembutan adalah suatu keinginan untuk tidak menyakiti orang lain. Ada banyak cara yang lembut yang dapat kita pilih untuk tampil berani, berdiri bagi suatu hal yang benar tanpa menggunakan kekerasan atau menggunakan cara-cara yang tidak memanipulasi orang lain untuk memimpin dan menyakinkan mereka. Pada umumnya, manusia bukanlah makhluk yang lemahlembut. Karakter ini lebih dari sekedar naluri, pendidikan ataupun pengaruh dari lingkungan. Apalagi bagi kaum pria, walaupun adanya kata “gentleman”. Pria mudah terpancing dalam emosi mereka. Wanita pada umumnya memang lebih lembut, tapi ini adalah hal yang relatif, karena mereka pun memiliki sisi yang tidak lembut dalam pribadi mereka. Pada hari ini kita akan melihat apa yang harus kita lakukan agar buah roh ini terdapat dalam kehidupan kita:
Pembahasan 1. Apa yang harus kita tanamkan: a. Mengakui bahwa segala kemuliaan adalah milik Tuhan Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36). Saat kita mengakui bahwa semua hal baik yang terjadi dalam hidup kita ber-asal dari Tuhan, secara tidak langsung kita memberi kemuliaan pada Tuhan dan bukan pada diri kita sendiri. Dengan memberi segala kemuliaan pada Tuhan, kita merendahkan diri dan mengakui bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Dalam Yohanes 12:28, tertulis bahwa Tuhan Yesus memberikan kemuliaan kepada nama Bapa di surga. Walaupun Yesus sudah melakukan banyak mujizat dan kesembuhan, Yesus mengembalikan semua kemuliaan kepada Allah Bapa. Kita dapat melihat dalam Filipi 2:7-8 bahwa Tuhan Yesus telah “mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba…. dan Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”.
Ketika kita mengakui semua kebaikan Tuhan, kita sedang menarik diri kita dari lampu sorot dan mengijinkan Tuhan yang menjadi pusat perhatian dan dimuliakan. Kita mengijinkan Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lemah lembut. Beberapa tahun yang lalu, dalam suatu acara kesembuhan oleh Pastor Reinhard Bonnke yang diadakan di Singapura, seorang wanita tua mendapat kesembuhan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Reinhard berkali-kali pada saat maju ke panggung untuk bersaksi. Ps. Reinhard Bonnke meresponi ucapan terima kasih wnaita tersebut dengan memberikan kemuliaan kepada Tuhan. Pada saat kita mengakui Tuhan, kita sedang mengijinkan Tuhan untuk bekerja lebih besar lagi dalam kehidupan kita.
b. Mengetahui siapa kita dalam Tuhan Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah (Roma 8:16). Dalam kitab Bilangan 12:3 ditulis bahwa Musa adalah seseorang yang lembut ha-tinya, lebih dari setiap manusia dan Tuhan memberinya suatu kedudukan yang tinggi. Adalah hal yang sulit bagi manusia untuk bersikap lemah lembut kepada orang yang menyerangnya, apalagi bila kedudukan dan nama baik merekalah ynag diserang. Tetapi Musa tidak berusaha untuk membela dirinya. Musa tetap bersikap lemah lembut terhadap Mir-yam dan Harun dan menyerahkan segala keadaan yang terjadi kepada Tuhan dan mengijinkan Tuhan untuk bekerja dalam situasi tersebut. Kelemahlembutan juga berarti kita tidak lebih mementingkan nama baik kita dibandingkan dengan kehormatan Tuhan dan apa yang terjadi pada orang lain.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kia tidak dapat menghindar dari situasi yang menimbulkan konflik dengan orang lain. Adalah sangat alami bila kita meresponi situasi tersebut dengan rasa marah atau pun kekerasan, apalagi bila kita merasa tidak aman dalam posisi kita. Namun, saat kita mengetahui siapa diri kita di dalam Tuhan dan percaya bahwa Roh Kudus akan menolong kita, kita dapat bersikap lemah lembut ketika terjadi konflik. Saat kita tidak tahu bagaimana harus meresponi suatu persoalan, kita harus datang kepada Roh Kudus yang akan menolong kita untuk meresponi setiap situasi dengan tepat. Walaupun daging ini lemah, namun kita tahu bersama Tuhan kita lebih dari pemenang (Roma 8:37).
2. Apa yang harus kita buang jauh-jauh: a. Keegoisan Saat kita selalu fokus pada diri kita sen-diri, saat itulah kita menjadi sombong dan mencoba mencari yang baik bagi diri kita sendiri. Dalam keseharian kita, kita sering bertanya “mana bagian untuk saya?”. Masyarakat jaman sekarang mempunyai pemikiran bahwa kesuksesan pribadi dan mencari hal-hal untuk kepentingan diri kita sendiri akan dapat meningkatkan kepercayaan diri kita. Ini sangat bertentangan dengan poin yang telah kita bahas di atas mengenai memuliakan nama Tuhan. Tuhan Yesus telah menunjukkan kepada kita bahwa Dia tidak mencari kepentinganNya sendiri namun melakukan semuanya untuk kepentingan Bapa di surga. Setan jatuh kedalam dosa karena dia selalu memikirkan tentang dirinya sendiri. Pada suatu kali Bunda Theresa mendatangi seorang penjual roti dan meminta roti kepadanya, namun penjual roti itu mendiamkannya. Setelah tiga kali meminta roti, penjual roti itu meludahinya. Tetapi Bunda Theresa tidak memikirkan tentang harga dirinya dan dengan lemah lembut dia tetap meminta roti untuk dibagikannya kepada orang-orang miskin. Pada akhirnya penjual roti itu merasa bersalah dan memberi Bunda Theresa roti setiap harinya. Dalam kisah ini kita dapat melihat bahwa Bunda Theresa tidak memikirkan dirinya sendiri namun kepentingan orangorang yang dilayaninya.
b. Kerendahan hati yang pura-pura Dunia hari ini memberi penghargaan kepada permusuhan dan hal-hal yang esktrim. Kita perlu meminta bantuan Roh Kudus untuk memberikan kemampuan kepada kita untuk bersikap lemah lembut di tengah-tengah keadaan yang sulit. Setan mencoba untuk meniru buah roh yang asli ini dengan buah yang serupa. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa kedua buah roh ini sangat mirip dan bila kita tidak berhati-hati, kita dapat jatuh ke dalam perangkap dimana kita menunjukkan kasih yang terbatas, sukacita yang sementara, ketidakpedulian, ketidakpekaan, manipulasi, kemunafikan, kerendahan hati yang pura-pura dan memilih tujuan yang lebih rendah. Buah roh yang palsu ini akan merusak gambar diri kita serta talenta dan kemampuan yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Kerendahan hati yang pura-pura dapat membuat kita menolak untuk mengakui bahwa kita dapat melakukan banyak hal dikarenakan talenta dan kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita. Kita seharusnya memberikan semua kemuliaan kepada Tuhan dalam setiap kesempatan yang ada.
Diskusi 1. Bahaslah karakter apa saja yang dapat kita temukan dalam orang-orang yang lemah lembut. 2. Bahaslah bagaimana kita dapat meng-aplikasikan karakter tersebut. 3. Bahaslah tantangan apa yang akan kita hadapi saat kita mengaplikasikan kelemahlembutan dalam hidup kita.
Kesimpulan Biarlah kita semua menanamkan buah Roh yang akan memberikan semua kemuliaan kepada Tuhan dan menunjukkan kelemahlembutan yang berkuasa yang mendemonstrasikan kasih Tuhan yang tinggi, kudus, dan setia!
|



