Buah Roh Kudus (KEBAIKAN) Print E-mail
Written by bcssg   

FA [ COOL ] Material Week 5- June 2010
Download here
English | Indonesia

 

BUAH ROH KUDUS (KEBAIKAN)

 

PENDAHULUAN

 

Hal apakah yang pertama kali muncul dalam pikiran Anda ketika Anda mendengar kata “baik”? Sebagian besar dari kita berpikir bahwa kita adalah orang yang baik. Kita senang ketika orang lain menganggap kita sebagai orang baik. Dan kita mengganggap orang lain sebagai orang yang baik ketika mereka telah berbuat kebaikan kepada kita. Jika Anda berbuat kebaikan pada mereka yang berbuat baik kepada Anda, itu bukanlah kebaikan yang sesungguhnya. Itu adalah dua orang yang saling membalas perbuatan baik.

Apakah artinya menjadi orang yang baik? Apa yang membuat mereka menjadi orang baik? [Tanyakan kepada anggota COOL Anda jika mereka dapat menyebutkan karakteristik dari orang-orang baik yang mereka kenal]

Kita membandingkan diri kita dengan orang lain dan berkata bahwa kita tidak seburuk mereka. Kita tidak pernah membunuh. Kita tidak pernah menyeleweng dari pasangan kita. “Kebanyakan kali” kita menaati aturan batas kecepatan. Kita tidak pernah melanggar hukum! Tetapi kenyataan bahwa kita tidak pernah melanggar hukum tidak membuat kita menjadi orang yang baik. Itu membuat kita sebagai orang yang menaati hukum.

Tidak melakukan hal yang salah tidak secara otomatis membuat kita menjadi baik. Kebaikan – adalah lebih dari TIDAK berbuat hal yang BURUK. Hal ini melibatkan kebijakan di setiap poin. Kebaikan berarti bahwa kita bersedia setiap saat untuk menolong, untuk memperbaiki atau membuat menjadi lebih baik. Kita bersiap sedia untuk menawarkan kasih dan kebaikan setiap saat.

Satu dari perikop yang terkenal terdapat di Lukas 18:18-19. Seorang kaya yang muda memanggil Yesus sebagai guru yang baik. "Mengapa kaukatakan Aku baik? jawab Yesus. “Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.” Dan Yesus menanggapi dengan memberikan suatu titik mula pengajaran mengenai kebaikan.  Tak seorangpun yang baik selain daripada Allah. Dengan kata lain, selain dari Allah, tidak ada kebaikan. Ia adalah standar yang mutlak mengenai kebaikan. Ia adalah kebaikan yang tertinggi. Apapun juga hal lain yang baik bersumber dari kebaikan. Yesus bahkan secara terus terang berkata bahwa tidak ada seorangpun yang baik.

BAHAN DISKUSI

 

1)     Karakteristik kebaikan

Kebaikan memiliki 2 karakteristik:

a)     Tanpa cela

Karakteristik ini terlihat dengan baik dalam sikap Daniel. Ia hidup demikian baiknya sehingga musuhnya tidak dapat menemukan kesalahan apapun, baik dalam pekerjaannya di pemerintahan maupun dalam kehidupan pribadinya. Akhirnya, mereka menjerat Daniel dengan cara menipu sang raja mengenai kehidupan doa Daniel. Kebaikan Daniel menunjukkan kedewasaan karakter dan pengabdiannya terhadap tugasnya.

 

Paul mengacu pada karakteristik seperti itu sebagai reputasi baik, nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis. (1 Tim 3:7). Kita tahu bahwa hal ini tidak terjadi dalam kehidupan banyak orang percaya sehingga dunia mengejek orang Kristen. Kita harus mengembangkan karakteristik ini dalam hidup kita melalui pekerjaan Roh Kudus.

 

b)    Berbuat kebaikan

Yesus memerintahkan kita mengenai karakter ini di Lukas 6:35. Bacalah ayat ini di Alkitab Anda. Terjemahan CEV berkata, “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka (musuhmu). Pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia (Tuhan) baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.”

 

Untuk mengasihi musuh kita dan (mengungkapkan hal ini) dengan cara berbuat baik kepada mereka. (Lukas 6:35).

 

Sekarang, mari kita gabungkan 2 karakteristik ini: tanpa cela di bagian dalam dan berbuat kebaikan di luar – kebaikan. Jika orang-orang Kristen menghasilkan buah Roh ini, Bapa kita di surga akan dimuliakan. Bersaksi akan menjadi lebih mudah. Kita tidak akan mendengar ejekan orang mengenai dosa orang Kristen, tetapi kita akan mendengar nama baik orang Kristen. Bukanlah hal ini adalah hal yang luar biasa? Jadi, mari kita belajar bagaimana membudidayakan karakter ini.

 

 

2 ) Mengembangkan Kebaikan

Poin-poin di bahwa ini tidaklah sempurna tetapi dapat menolong kita untuk bertumbuh dan mengembangkan kebaikan di dalam hidup kita.

 

a)     Dengan berserah kepada Roh Kudus

Ini berlaku juga bagi buah Roh Kudus yang lain. Jika kita ingin tanpa cela, bagaimana kita melakukan hal tersebut dengan usaha kita sendiri? Atau, apakah ada di antara kita yang secara alami mengasihi mereka yang mencurangi kita, memfitnah kita dengan gosip yang jahat dan merugikan keluarga kita? Secara alami kita akan memerangi musuh kita dan membalas semua kejahatan yang mereka lakukan kepada kita.

 

Di Roma 7, Paulus kecewa ketika ia telah berusaha sekuat tenaga untuk berbuat kebaikan namun gagal. Ia tidak cukup kuat untuk melakukan hal tersebut dengan kekuatannya sendiri (ayat 18,19). Tetapi di bab 8, ayat 1-4, ia menunjukkan bahwa rahasia orang Kristen untuk mengatasi masalah adalah dengan berjalan dan hidup di dalam Roh.

 

Ketika kita percaya dan lahir baru, kita dilahirkan kembali melalui Roh Tuhan. Kita memiliki benih Allah (karakter Allah, termasuk kebaikan) dalam hidup kita. Kita memiliki potensi dan kapasitas kebaikan. Daripada bergumul untuk hidup baik, kita seharusnya membiarkan benih rohani ini untuk bertumbuh dan berkembang dengan cara menyerahkan hidup kita kepada Roh Kudus. Kisah 10:38 – oleh pengurapan Allah dengan Roh Kudus dan kuasa, Yesus pergi melakukan perbuatan baik dan menyembuhkan mereka yang tertekan oleh iblis, karena Tuhan beserta denganNya. Roh Kudus akan memampukan kita untuk mengasihi dan berbuat kebaikan seperti yang Yesus lakukan!

 

b)    Dengan memimpin suatu kehidupan yang mengasih dan mengampuni

Jika kita mengklaim bahwa kita mengasihi tetapi tidak mengampuni, kita sebenarnya sedang mempertentangkan diri kita sendiri. Ketika ada kasih, ada pengampunan. Tuhan adalah kasih dan Ia menunjukkan kepada kita bagaimana untuk mengasihi dan mengampuni. Ketika Yesus disalibkan di kayu salib, Ia mengampuni mereka yang menyalibkan Dia. Jika Anda memiliki kesulitan dalam mengampuni, serahkanlah hal tersebut pada Tuhan dan Ia akan menolong Anda. Anda perlu belajar untuk meninggalkan masa lalu di belakang Anda dan membiarkan kasih karunia Tuhan untuk bekerja dalam kehidupan Anda.

 

Pengampunan adalah mengulurkan kebaikan Tuhan kepada orang lain. Ketika kita mengampuni pelanggaran orang lain, kita mengambil beban dari pundak mereka. Mereka akan merasa ringan dan dimampukan untuk menjalani kehidupan mereka. Dalam dunia saat ini banyak orang yang hidupnya hancur karena tidak adanya pengampunan. Tidak saja kehidupan mereka terpengaruhi namun orang lain di sekitar mereka pun terpengaruh. Itulah sebabnya Yesus datang untuk memberi pengharapan melalui pengampunan dosa-dosa kita. Sebagai muridNya, diberdayakan oleh RohNya, mari kita menghidupi kehidupan yang mengasihi dan mengampuni.

 

c)     Dengan mempraktekkan keramahtamahan dan kemurahan

Kebaikan yang sejati melihat melampau diri orang itu sendiri. Kita perlu mengulurkan kebaikan Tuhan kepada orang lain. Tuhan dapat melakukan hal ini sendiri tetapi Ia ingin kita menjadi perpanjangan kebaikanNya. Ketika orang-orang dijamah oleh kebaikan Tuhan, mereka akan datang kepada Tuhan. Kita semua datang kepada iman di dalam Kristus, ketika kita mengalami kebaikan Tuhan (contoh: pengampunan atas dosa kita, dibenarkan, ditolong, disemangati, dll).

 

Apapun juga yang dilakukan untuk menolong orang lain, untuk meningkatkan kehidupan mereka, memperhatikan kebutuhan fisik seseorang, merawat mereka yang sakit atau terluka, memberi makan orang yang lapar, menawarkan doa pada orang lain dan menyumbangkan uang dari kelimpahan Anda untuk menolong orang lain adalah suatu demostrasi dari kebaikan Tuhan. Les Miserables,  sebuah cerita mengenai bekas narapidana, dibalikkan ketika seorang uskup menunjukkan pengampunan, keramahtamahan dan kemurahan kepada dia. Walaupun ia mencuri lilin tongkat dari perak dan tertangkap, uskup tersebut malah memberitahu polisi bahwa bekas narapidana tersebut melupakan lilin tongkat yang lain! Ketika semua orang menutup pintu kepadanya, uskup tersebut menyambut dia dan menunjukkan kebaikan Tuhan yang berada di luar pengertiannya. Ia kemudian pergi untuk menunjukkan kasih karunia dan kemurahan kepada mereka yang ada di sekitarnya.

 

PENUTUP

  1. Bagikan kesaksian Anda mengenai “berbuat kebaikan” di Mat 5:16 dan bagaimana hal tersebut memuliakan Tuhan. Biarlah kesaksian Anda menginspirasi dan mendorong orang lain untuk berbuat kebaikan.
  2. Berdoalah agar lebih banyak lagi orang Kristen (termasuk anggota COOL kita) mengembangkan kehidupan yang “tanpa cela dan melakukan kebaikan” bagi kemuliaan Tuhan.

REFERENSI

Kami mau memberikan penghargaan kepada bahan-bahan di bawah ini yang merupakan sumber inspirasi atas tulisan ini:

1.     Buah Roh oleh John W. Sanderson,

2.     Melvin M. Newland, www.sermoncentral.com

 

 

Contact Us

400 Orchard Road #07-01

Orchard Towers

Singapore 238875


Tel: (65) 6463 4695

Fax: (65) 6227 6084

email: info@bcs.org.sg