Keluarga dan Kasih Kristus Print E-mail
Written by bcssg   

FA [ COOL ] Material Week 4- June 2010
Download here
English | Indonesia

Keluarga & Kasih Kristus

(Diambil dari berbagai sumber)

 

 

Kata pengantar

Keluarga adalah satuan terkecil dalam masyarakat yang sangat penting. Sebuah studi membandingkan kehidupan dan keturunan dari dua tipe manusia, Jonathan Edwards – seorang hamba Tuhan, dan Max Jukes – seorang atheis.

 

Max Jukes tidak mempercayai Yesus Kristus dan tidak mengizinkan anak-anaknya pergi ke gereja, meskipun mereka menginginkannya. Max Jukes memiliki 1,026 keturunan, 300 diantaranya dipenjarakan pada usia rata-rata 13 tahun, 190 menjadi pelacur dan 680 pecandu alkohol. Keluarga Jukes sejauh ini, merugikan pemerintah AS sebesar lebih dari setengah juta dollar untuk rehabilitasi. Mereka tidak memberikan kontribusi apa-apa kepada masyarakat.

 

Jonathan Edwards juga tinggal di New York di waktu yang sama seperti Jukes. Dia mengasihi rumah Tuhan dan mengantar anak -anaknya ke gereja setiap hari Minggu. Jonathan Edwards memiliki 929 keturunan. Diantaranya 430 menjadi menteri, 86 menjadi profesor universitas, 13 menjadi rektor universitas, 75 menjadi pengarang buku terlaris, 5 dipilih menjadi anggota kongres AS, 2 terpilih menjadi anggota senat, dan 1 menjadi wakil presiden AS. Keluarga Edwards tidak pernah membebani negara biaya satu sen pun tapi justru memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat.

 

Keluarga yang ideal menanamkan kasih sejati dan kebenaran dalam kehidupan anggota keluarganya untuk bertumbuh dan melakukan kehendak Tuhan dalam hidup masing-masing sampai ke garis akhir.

 

Kadangkala ada keluarga yang menolak salah satu anggotanya karena kepercayaannya kepada Kristus. Hal ini cukup menyedihkan, tapi Tuhan tidak akan meninggalkan kita dan menyediakan jalan keluar yang terbaik saat kita mengutamakan-Nya.

 

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilihnya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

 

Oleh karena kasih Kristus, orang yang percaya kepada-Nya juga memiliki sebuah keluarga besar, yakni keluarga Kristen. Kita semua perlu bertumbuh meneladani Kristus yang memiliki kasih yang luar biasa.

Tujuan

Akan tetapi iblis semakin menggencarkan serangan terhadap kasih didalam keluarga baik melalui hubungan didalam keluarga, pengajaran yang menyesatkan atau waktu yang semakin berkurang buat keluarga.

 

Mat 24:11-13 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

(Baca juga 2 Tim 3:1-4)

 

Bahan FA ini akan membahas apa yang menyebabkan kasih yang menjadi dingin dalam keluarga & apa yang harus kita lakukan?

 

Diskusi

Penyebab kasih yang menjadi dingin didalam keluarga & apa yang harus kita lakukan:

 

1.       Kekecewaan

Banyak orang yang menerapkan kasih dalam hidupnya menjadi kecewa saat melihat “keberhasilan” dari keluarga lain yang mungkin kurang setia daripadanya. Dan iblis senantiasa membandingkan keadaan mereka, sehingga kasih mereka kepada Tuhan semakin dingin, bahkan pada akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan kasih dan hidup di luar Tuhan.

 

Mzm 37:1, Ams 24:19 mengajarkan kepada kita untuk tidak iri hati, karena Tuhan tetap Allah yang adil & mengasihi anak anakNya.

 

2.       Berpusat pada diri sendiri & egois

Saat hati kita mulai berpusat pada diri sendiri, menganggap diri kita yang paling benar, hati kita mulai tidak menerima apa adanya, tidak kasih bahkan kepada keluarga sendiri, sehingga kasih itu menjadi dingin.

 

Padahal kasih adalah pengorbanan atas diri kita untuk keluarga atau orang lain, seperti Tuhan mengasihi kita, sehingga Dia mengorbankan anakNya yang tunggal, Yesus, supaya kita boleh selamat. ( Yoh 3:16 )

 

3.       Tidak bisa mengampuni

Ada pepatah, apa yang kita beri makan lebih banyak, itu yang bertumbuh lebih besar. Saat kita terus mengingat-ingat kesalahan dan kekurangan anggota keluarga kita, rasa tidak suka kita pada orang itu akan semakin besar, bahkan dapat menjadi sebuah kebencian yang pada akhirnya merusak keluarga kita sendiri.

 

Firman Tuhan ( Ams 10:12, 17:9, 1Pet 4:8, Kol 3:13-15 ) mengajarkan kita untuk mempraktekan kasih yang mengampuni, menutupi pelanggaran & menyatukan keluarga.

 

4.       Tidak ada komitmen

Ada banyak tantangan zaman yang menarik perhatian kita yang membuat komitmen atas keluarga kita semakin melemah, termasuk harta, hawa nafsu, dan ketenaran.

Tetapi biarlah kembali kita diingatkan akan komitment suami & istri, bapa & anak2 didalam Kol 3:18-21, sehingga kasih Yesus menjadi sempurna didalam keluarga !

 

Mezbah doa didalam keluarga mengundang Yesus didalam keluarga kita sehingga kasih & berkat Tuhan berlimpah didalam keluarga kita ( Mat 18;19-20 )

 

 

Pengetahuan kita akan Firman Tuhan bukanlah jaminan bahwa kita memiliki kasih. Tapi kehidupan  yang didasarkan Firman, kehidupan yang menghidupi dan mengaplikasikan Firman, kehidupan itulah yang akan berbuah lebat. Kiranya kasih Kristus memenuhi kita semua, sehingga dengan kasih-Nya yang dalam, lebar, dan luas itu, kita dapat mengasihi sesama kita, khususnya Keluarga kita sendiri dan semua keluarga kita menjadi berkat dimanapun kita berada.

 

Akhirnya, kita semua meringkaskan kembali arti dari kasih yang sejati & kita baca bersama-sama:

 

 

 

1 Kor 13:4-8a  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.

Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.

Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.

 

 

Contact Us

400 Orchard Road #07-01

Orchard Towers

Singapore 238875


Tel: (65) 6463 4695

Fax: (65) 6227 6084

email: info@bcs.org.sg