Kualitas yang Dicari Tuhan (1) Print E-mail
Written by bcssg   

FA [ COOL ] Material Week 3 - Oct 09
Download here
English | Indonesia

Kualitas yang Dicari Tuhan di dalam Orang yang dipakaiNya - Bagian 1
Disadur dari QUALITIES GOD LOOKS FOR IN PEOPLE HE CAN USE oleh Pastor Rick Warren

 


Pendahuluan

Selama tiga minggu mendatang, kita akan mempelajari tentang kualitas yang dicari Tuhan di dalam orang-orang yang dipakai-Nya. Awalnya, hal ini terdengar sulit, tetapi kenyataannya, hal ini dimulai dengan hasrat kita untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya. Hari ini, kita akan membahas dua dari kualitas tersebut yaitu: Kekudusan dan Penyerahan Diri.

Pembahasan

1. KEKUDUSAN : TUHAN MENCARI ORANG-ORANG YANG KUDUS.

Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus (Ima 19:2, 1 Tes 4: 7. 1 Pet. 1:16)

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk berbeda. Yesus berkata bahwa meskipun kita masih berada di dunia ini, kita tidak berasal dari dunia ini. Bagaimana pernyataan ini bisa diaplikasikan di dalam hidup Anda? Kita bisa hidup di dunia ini tetapi tidak terpaut pada nilai-nilai dunia. Yusuf, Daniel dan Yesus menunjukkan kepada kita cara kita bisa menjalankan sebuah hidup kudus di tengah-tengah dunia. Mereka tidak jatuh ke dalam godaan atau ancaman yang datang kepada mereka.

Hidup kudus di hadapan Tuhan adalah sebuah tantangan tetapi ketika kita bergantung kepada-Nya, kasih karunia-Nya cukup bagi kita. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Pergumulan melawan kedagingan kita terasa sulit tetapi ketika kita sejalan dengan hati dan pikiran Tuhan, Dia akan menuntun kita melewatinya. Tuhan tidak bisa bekerja di dalam kita jika kita tidak berserah kepada-Nya. Itulah sebabnya kita dipanggil untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal kita (Mat 22:37).

Ketika Anda dipenuhi dengan Roh Kudus, Anda ingin menjadi kudus. Itu adalah perbedaan utama. Anda berhasrat untuk menjadi kudus. Anda ingin menjadi seperti Kristus. Apa yang dimaksud dengan kudus? Mazmur 24:3-5 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.” Ada empat hal yang harus kita perhatikan untuk menjadi kudus:

a. Anda harus memiliki tangan yang bersih. Tangan yang bersih berarti kesadaran yang bersih. Titik awal dari hidup kudus adalah kita harus memiliki hidup yang dibersihkan. Apakah itu berarti sempurna? Tidak, karena tidak ada seorang pun yang sempurna. Itu artinya kita bertanggung jawab kepada Tuhan. “Jika kita mengakui dosa kita, Dia setia dan akan mengampuni kita serta membersihkan kita dari semua pelanggaran kita.” Jadi, ketika saya berdosa, saya akan berdoa, “Tuhan, saya salah. Saya mengakui kesalahan saya.” Saya bertanggung jawab kepada Tuhan, membersihkan tangan saya serta memiliki kesadaran yang jelas. Tidak ada kuasa tanpa sebuah kesadaran yang jelas. Saya melihat sebuah tulisan di sebuah pom bensin yang berbunyi, “Mesin yang bersih menghasilkan kekuatan yang lebih besar.” Demikian juga dengan hidup kita. Jadi, kita harus memiliki tangan yang bersih.

b. Hal yang kedua adalah sebuah hati yang murni. Hal ini berbicara tentang motif dan integritas. Tangan yang bersih berarti kesadaran yang jelas. Hati yang murni berarti integritas; memiliki motif yang murni. Tuhan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa melalui orang-orang yang tidak peduli akan penghargaan. Jadi, kita harus menjaga motif kita murni di hadapan Tuhan. Kita berbicara dengan-Nya di dalam saat-saat pribadi, bukan di depan keramaian, tetapi di dalam saat-saat pribadi kita berkata, “Tuhan, periksalah hati saya dan bersihkan saya dari sampah di dalam saya dan murnikanlah motif saya di hadapan-Mu.” Ada sebuah ayat di dalam Yeremia 48:10, “Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai.” Itu berarti memiliki motif yang tidak jelas.

c. Hal ketiga yang berhubungan dengan kekudusan: “Yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan.” Dia berbicara tentang kerendahan hati. Kerendahan hati adalah ciri ketiga dari kekudusan. Keangkuhan adalah sumber dari kehancuran. Tidak ada dosa yang lebih berat di mata Tuhan daripada dosa keangkuhan. Kesombonganlah yang menyebabkan Setan diusir dari sorga. Kesombongan menyebabkan Firaun kehilangan negaranya. Kesombongan juga yang menyebabkan Herodes mati. Jadi, kita harus berhati-hati dengan kuasa kesombongan di dalam hidup kita. Alkitab menyatakan, “Kerendahan hati mendahului kehormatan.”

d. Hal yang keempat: “Yang tidak bersumpah palsu.” Kejujuran itu berarti lebih daripada sekedar berkata-kata benar, atau berbahasa yang kudus. Kita harus perhatikan apa yang kita katakan. Mazmur 39:1 “Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang.” Salah satu area di mana kita bisa berdosa adalah ketika kita banyak bicara. Kita harus mengendalikan lidah kita.

2. PENYERAHAN DIRI : TUHAN MENCARI ORANG-ORANG YANG MENYERAHKAN DIRI

“Jadilah padaku menurut perkataanmu itu (Lukas 1:38).

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21).

Penyerahan diri berarti berserah pada kuasa otoritas lain. Ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, Dialah yang akan mengendalikan hidup kita. Yesus menyerahkan hidup-Nya kepada Bapa. Di taman Getsemani, dia tekun di dalam doa meskipun sebagai manusia Dia berharap apa yang akan Dia hadapi bisa dibatalkan tetapi akhirnya Dia berserah pada kehendak Bapa. Karena ketaatan-Nya, manusia bisa diperdamaikan dengan Tuhan. Tindakan itu adalah contoh tindakan penyerahan diri di dalam Alkitab! Rasul Paulus yang mengalami berbagai macam siksaan, cambukan, karam kapal, dipenjarakan, dan masih banyak lagi, masih bisa berkata hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Richard Baxter berkata “Sebuah hidup yang penuh penyerahan diri di tangan Allah yang Kudus adalah sebuah hal yang menggentarkan.” Tuhan mencari orang yang penuh dengan penyerahan diri. Di dalam Alkitab kata yang dipakai untuk penyerahan diri ketika kita berserah sepenuhnya kepada Tuhan adalah kata yang berarti hancur hati. Tuhan memakai hal-hal yang sudah pecah atau bejana yang pecah karena hal itu menggambarkan suatu situasi yang penuh penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ini adalah prinsip yang ilahi. Ketika Yesus memberi makan 5.000 orang, dikatakan, Dia mengambilnya dan memecahkannya, memberkatinya dan menggunakannya. Itu adalah sebuah prinsip ilahi yang bisa kita temukan di Alkitab. Tuhan mengambil, memecahkan, memberkati dan memakai kita. Jadi prinsip remuk hati adalah prinsip penyerahan total kepada Tuhan. Di dalam Mazmur 51:17 Daud berkata, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina, ya Allah.” Yeremia 4:3 “Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh.” Tuhan memakai hal-hal yang sudah pecah.

Di dalam kisah Gideon di dalam Perjanjian Lama, Tuhan berkata, “Aku menginginkan 300 orang untuk pergi melawan 450,000 musuh,” – pernyataan yang sangat janggal. Dia berfirman, “Serbulah perkemahan tersebut dan bawalah tiga barang untuk berperang – sebuah sangkakala, obor dan sebuah buyung kosong untuk menyembunyikan nyala api dari obor tersebut.” Mereka keluar dan menyerbu perkemahan tersebut pada waktu malam. Ketika Tuhan berfirman Pergi, mereka meniup sangkakala, memecahkan buyung tersebut sehingga terlihatlah api dari obor mereka yang menimbulkan kebingungan yang dahsyat di kalangan musuh-musuh mereka. Mereka mulai saling menghabisi dan Tuhan memberikan sebuah kemenangan yang besar kepada Gideon dengan 300 orang tentaranya. Apa yang akan terjadi jika buyung tersebut tidak dipecahkan? Tidak akan ada kemenangan. Tetapi ketika buyung tersebut dipecahkan, nyala api itu keluar; barulah mereka memperoleh kemenangan.

Inti dari penyerahan total, Getsemani yang saya jelaskan itu berarti Anda harus melewati sebuah krisis. Anda bisa melihat Petrus menyangkal Tuhan setelah dia berkata, “Tuhan, aku tidak akan menyangkal-Mu!” dan akhirnya menyangkal Kristus tiga kali sebelum ayam berkokok. Anda bisa melihat Simson setelah menyerah ke dalam godaan, dia memotong rambutnya, dan meninggal ditimpa dua penyangga rumah. Akan tetapi, kemenangan terbesar Simson diperoleh setelah dia remuk hati. Anda bergumul dengan Tuhan seperti Yakub. Alkitab menyatakan bahwa Yakub bergumul dengan malaikat sepanjang malam dan Tuhan memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok. Kemudian dikatakan bahwa Yakub menjadi pincang seumur hidup. Tuhan menjamah Yakub ketika dia masih kuat dan melemahkannya sehingga dia menjadi pincang seumur hidupnya. Ketika Anda melewati Getsemani, Anda tidak akan berjalan dengan cara yang sama lagi. Anda tidak akan sama lagi.

Diskusi

1. Ambillah waktu beberapa menit untuk membahas tentang cara Anda bisa mengaplikasikan apa yang Tuhan butuhkan sehingga kita menjadi kudus dan penuh penyerahan diri.

2. Berdoalah dalam sebuah kelompok satu dengan yang lain sesuai dengan kebutuhan dan hasrat yang sesuai dengan pembahasan di atas.

Kesimpulan

Ketika kita berjalan dalam kekudusan dan penyerahan total kepada Tuhan, kita mengizinkan Tuhan untuk memakai kita sebagai bejana untuk kemuliaan-Nya. Kiranya Tuhan dimuliakan ketika kita mengejar kekudusan dan penyerahan total kepada Tuhan. Haleluya!

 


 

Contact Us

400 Orchard Road #07-01

Orchard Towers

Singapore 238875


Tel: (65) 6463 4695

Fax: (65) 6227 6084

email: info@bcs.org.sg