Tetapi Aku dan Seisi Rumahku Print E-mail
Written by bcssg   

FA [ COOL ] Material Week 1 - Oct 09
Download here
English | Indonesia

TETAPI AKU DAN SEISI RUMAHKU, KAMI AKAN BERIBADAH KEPADA TUHAN

(YOS 24:15b)

PENDAHULUAN

Tuhan memulai kehidupan manusia dengan sebuah pernikahan dan keluarga. Komunitas pertama yang Tuhan dirikan adalah keluarga dan rumah. Dia membangun hubungan dengan manusia di dalam konteks keluarga terlebih-dahulu sebelum mendirikan gereja.

Bangsa Israel tidak memiliki tempat khusus untuk beribadah sampai didirikannya Kemah Pertemuan Musa.

Sebelumnya, tempat beribadah adalah RUMAH, dan semua ibadah dipimpin oleh pemimpin atau kepala rumah tangga, suami atau ayah. (UL 6:4-9)

Akan tetapi, banyak orang Kristen tidak memandang rumah mereka sebagai tempat yang kudus atau sebagai gereja. Mereka mengabaikan dan memandang rendah persepektif serta hati Tuhan bagi rumah dan kita telah menggantikan rumah dengan gereja.

Bagi banyak orang dan keluarga Kristen semua hal yang bersifat rohani dilakukan di gereja; semua doa & pengajaran diadakan di dalam gereja – bukan di rumah.

Di dalam banyak rumah orang Kristen, terdapat semacam penurunan nilai tanggung jawab dari kepemimpinan ilahi, ibadah dalam keluarga dan pemuridan rohani

TUJUAN

Tujuan dari pembahasan kali ini adalah untuk menyoroti dan menggariskan pentingnya rumah dan keluarga bagi Tuhan.

Pola yang digunakan Tuhan bagi keluarga dan prinsip-Nya untuk memberkati rumah serta menantang tren masa kini yang membahayakan keluarga dan rumah Kristen yang sebenarnya.

Bagaimana kita mengalami berkat ilahi yang murni di dalam rumah? Apa yang bisa kita lakukan untuk menginisiasikan pola Tuhan bagi rumah?

PEMBAHASAN

1.     BUATLAH RUMAH ANDA MENJADI RUMAH TUHAN

YOS 24:11-15 "… Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

Yosua mengambil sebuah keputusan bagi rumahnya. Pilihannya adalah seisi rumahnya hanya akan beribadah kepada Tuhan. Ini adalah sebuah keputusan untuk menentang penyembahan berhala  dan membuktikan kesetiaannya. Tanpa memandang keputusan orang lain, istri Yosua dan anak-anaknya tahu ke arah mana dia akan memimpin mereka.

Tantangan di dalam kehidupan pada masa itu tidak kurang dari yang kita alami pada hari ini. Kita harus memilih untuk hidup menurut cara yang Tuhan buat bagi kita DI DALAM RUMAH dan KELUARGA.

Apakah rumah saya rumah-Nya? Tidak baik jika kita berpendapat ... ’tentu saja karena saya seorang Kristen’ – ini membutuhkan sesuatu yang lebih daripada itu. Ada sebuah tekanan sekuler bagi rumah Kristen untuk berkompromi mengenai nilai rohani yang tertinggi.

Apakah cara kita bertingkah laku sama dengan cara kita di gereja? Apakah kita berdoa dan menyembah di rumah seperti di gereja? Apakah cara kita beribadah kepada Allah yang Esa seperti cara kita di gereja? Atau apakah kita berkompromi karena tekanan lingkungan sekuler?

Yakub membuat sebuah keputusan yang jelas mengenai tujuan rohani keluarganya yaitu, beribadah kepada Tuhan yang benar (KEJ 35:2-5) 

2.     MENYAMBUT HADIRAT-NYA UNTUK HADIR DI DALAM RUMAH

2 SAM 6:9-11 "… TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya."

Selama tiga bulan, lambang keagungan hadirat Tuhan berdiam di dalam rumah Obed-Edom.

Kotak ini merupakan sebuah benda yang paling kudus di dalam sejarah bangsa Isarel. Sebuah kotak yang berukuran 110 x 66 x 66 cm (KEL 25:10) menjadi pusat rumahnya.

Saya sangat yakin bahwa kotak ini mengubah jalan hidup mereka yang tinggal di dalam rumah tersebut.

Setiap hari selama tiga bulan, mereka sadar bahwa Tuhan tinggal bersama mereka, di dalam rumah mereka.

Ketika hadirat Tuhan diundang, rumah tersebut akan sangat diberkati.

Di dalam rumah kita juga terdapat sebuah kotak lain yang menjadi pusat. Perabotan menghadap ke arahnya dan sering kali perhatian kita terlalu berfokus kepadanya. Itu memiliki kuasa untuk membentuk kehidupan rumah kita, membentuk anak-anak kita merusak nilai hidup kita, merusak hubungan kita dan mengendalikan buku harian kita.Di dalam rumah banyak orang Kristen, TV lebih banyak dinikmati daripada Alkitab. Ini bukan sebuah pesan anti-TV karena saya juga menikmati televisi juga; akan tetapi hal itu tidak sepantasnya menjadi pusat rumah kita.

Kotak yang menjadi pusat di rumah Obed-Edom membawa berkat. Hal ini mengingatkan mereka akan hadirat Tuhan SETIAP HARI dan kebaikan Israel, kesetiaan-Nya, janji, perjanjian, kuasa serta kemuliaan.

Di dalam tabut perjanjian terdapat tiga hal (IBR 9:4):

·         Dua loh batu yang berisi hukum yang diberikan kepada Musa yang melambangkan Firman Tuhan di dalam rumah kita

·         Tongkat Harun yang pernah bertunas yang melambangkan kepemimpinan pilihan Tuhan di rumah kita

·         Buli berisi manna dari perjalanan bangsa Israel di padang gurun melambangkan penyediaan Tuhan bagi seisi rumah kita.

 

Saya percaya hal-hal ini harus terdapat di dalam rumah kita, dan jika ada, hadirat Tuhan akan terasa di rumah. Seperti Obed-Edom, kita juga akan diberkati jika Tuhan diakui dan dihargai di dalam rumah kita.

3.     BANGUN BAHTERA KESELAMATAN DI RUMAH ANDA

IBR 11:7 “Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya”

Nuh melakukan semua yang dia bisa untuk menyelamatkan keluarganya dari penghakiman. Dia tidak bisa menyeret mereka ke dalam bahtera – tetapi dia memperingatkan mereka dan membuat jalan untuk selamat di dalam rumahnya.

Keselamatan di dalam rumah kita sangat penting. Kita tidak bisa menyelamatkan keluaraga kita, tetapi hanya Tuhan yang mampu. Tetapi kita bisa membangun rumah kita sesuai dengan desain yang telah diberikan Tuhan yang selalu mengarahkan keluarga kita kepada Yesus, Sang Juruselamat.

Anak-anak kita yang akan membuat keputusan mereka tetapi kita harus mengarahkan mereka ke arah yang benar.

Suatu hari nanti, anak saya akan meninggalkan rumah

Suatu hari nanti mereka akan mendirikan rumah mereka – tetapi saya berdoa bahwa .....

Suatu hari nanti mereka akan mendeklarasikan “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

KESIMPULAN

Jadi, dari mana kita mulai? Bagaimana kita menginisiasikan Tuhan bagi rumah kita?

 Pertama, kita harus memastikan bahwa kita memilih untuk beribadah kepada Allah yang Benar dan tidak ada allah lain di rumah kita.

Saya memiliki tetangga yang percaya semakin banyak allah yang disembah, semakin besar berkat yang akan mereka terima. Jadi, di dalam rumahnya, kita akan bisa melihat dengan jelas berbagai macam allah dari berbagai agama di sana. 

Tetapi Allah kita dengan jelas berfirman di dalam KEL 34:14 bahwa Dia adalah Allah yang cemburu dan Dia tidak ingin kita menyembah allah lain!

Kedua, ingatlah untuk membangun altar di rumah kita, beribadah bersama di dalam satu kesatuan sekeluarga, mengaplikasikan kepemimpinan Tuhan, memberi contoh sebagai orang tua yang menyerupai Kristus kepada anak-anak kita  dan mendorong adanya kesetiaan di dalam rumah kita.

Oleh karena itu, hadirat Tuhan akan terasa di dalam rumah kita dan berkat-Nya akan mengalir.

Akhir kata, ingatlah untuk mendidik dan membangun nilai ilahi di dalam rumah kita, menunjukkan jalan yang benar bagi anak-anak kita untuk menyembah Allah yang Benar, amin!

 

 

 

Contact Us

400 Orchard Road #07-01

Orchard Towers

Singapore 238875


Tel: (65) 6463 4695

Fax: (65) 6227 6084

email: info@bcs.org.sg