Melakukan Kehendak Tuhan pada Jaman ini (bag 1) Print E-mail
Warta Sepekan 8 Juni 2008

Pesan Tuhan bagi kita bulan ini adalah :

Kis 13:22, Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Terlepas dari dosa, kesalahan dan kelemahan-kelemahan yang dilakukan oleh Daud, Tuhan tetap berkata tentang Daud bahwa, Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendakKu.

Apakah saudara rindu Tuhan berkata seperti Daud kepada kita semua?

Daud berkenan di hati Tuhan karena dia melakukan segala kehendak Tuhan. Jadi kalau kita mau Tuhan berkata kepada kita semua, Aku telah menemukan hamba-Ku,....(sebutkan nama saudara), seorang yang berkenan di hati-Ku, maka kuncinya adalah kita harus melakukan segala kehendak Tuhan. Amin!

Saudara mungkin bertanya, Daud melakukan kehendak Tuhan yang mana?

Jawabannya ada di Kis 13:36 yang berkata, Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.

Ini adalah rahasia Daud yang merupakan kunci mengapa ia berkenan di hati Tuhan, yaitu karena ia melakukan kehendak Allah pada jamannya. Amin!

Kalau kita rindu Tuhan berkata kepada kita semua: ”Engkau adalah hamba-Ku yang berkenan di hati-Ku”, maka rahasianya adalah kita harus melakukan kehendak Tuhan pada jaman ini. Amin!

Saudara, ini adalah bulan yang ketiga dimana kita merenungkan kehendak Tuhan pada suatu jaman. Ketika saya terus bertanya kepada Tuhan pada waktu mempersiapkan hal ini, Tuhan membukakan kepada saya bahwa melakukan kehendak Tuhan yang dimaksud adalah seperti pesan Tuhan kepada tujuh sidang jemaat dalam kitab Wahyu.

Kitab Wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes pada waktu ia dibuang ke Pulau Patmos selama 18 bulan dalam jaman Kaisar Domitian. Dan puji Tuhan selama di pembuangan itu, Rasul Yohanes disertai oleh muridnya yang bernama Prokorus.

Pulau Patmos terletak 80 km dari Efesus atau Turki di Laut Aegea, jadi Pulau Patmos termasuk daerah Yunani. Dan pada bulan September 2002 yang lalu, saya pernah ke sana dengan naik ferry selama 5 – 6 jam dari Efesus.

Rasul Yohanes mempunyai rumah kecil di tepi pantai, tetapi yang sehari-hari dilakukannya di sana adalah ia tidak hanya tinggal di rumahnya, tetapi naik ke atas bukit dimana ada sebuah gua disana. Apa yang dilakukan Rasul Yohanes di sana?

Di sana ia banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan sehingga yang terjadi adalah Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Rasul Yohanes.

Pada waktu saya pergi ke gua itu, di sana ada sebuah batu yang menurut “tour guide” yang membawa saya, batu itu awalnya permukaannya rata, tapi sekarang menjadi cekung seperti bentuk tubuh manusia yang mana dipercaya itu adalah tubuh Rasul Yohanes - yang selama 18 bulan berada di sana. Jadi ketika Tuhan Yesus menampakkan diri serta berbicara kepadanya, Rasul Yohanes merebahkan tubuhnya di batu itu dan muridnya, yang bernama Prokorus tadi yang mencatat segala apa yang dilihat dan didengar oleh Rasul Yohanes.

Pesan yang pertama yang Tuhan Yesus berikan adalah pesan Tuhan kepada 7 sidang jemaat atau 7 gereja lokal yang berada di daerah Barat Asia Kecil yang sekarang dikenal dengan nama Turki. Ke-7 sidang jemaat itu adalah:

1. Efesus
2. Smirna
3. Pergamus
4. Tiatira
5. Sardis
6. Filadelfia
7. Laodikia.

Dan 7 sidang jemaat ini merupakan gambaran dari keadaan gereja lokal pada jaman ini.

Jadi Tuhan Yesus memberikan nasehat, peringatan, peneguhan iman kepada 7 sidang jemaat tadi yang sebenarnya merupakan nasehat, peringatan, peneguhan iman bagi jemaat pada jaman ini, yaitu bagi kita semua. Inilah yang akan kita renungkan pada hari ini, karena inilah yang merupakan kehendak Tuhan pada jaman ini dan untuk lebih jelasnya, saudara bisa membaca dari kitab Wahyu pasal 1-3. Kalau kita melakukan hal ini, saya percaya Tuhan Yesus akan berkata kepada saudara, “Aku telah hamba-Ku (sebut nama saudara), seorang yang berkenan di hati-Ku, karena engkau telah melakukan kehendak-Ku pada jaman ini”.

Dari pesan Tuhan Yesus tersebut, kita bisa melihat bahwa:

1. Ada hal yang dipuji Tuhan Yesus


Artinya Tuhan Yesus berkenan, dan yang luarbiasa adalah setiap hal yang diperkenan olehNya selalu diikuti oleh pahala / hadiah. Jadi barangsiapa yang dipuji artinya melakukan hal yang berkenan kepada-Nya; baginya selalu ada pahalanya atau hadiahnya.

2. Ada hal yang dicela oleh Tuhan Yesus


Artinya Tuhan Yesus tidak berkenan dan ini selalu diikuti oleh hukuman.

Semua ini adalah bentuk dari kasih Yesus. Jadi, kasih Yesus tidak hanya memuji-muji sambil berkata, “Kamu bagus, bagus!” dan diberikan pahala, tetapi ada sisi yang kedua dimana Tuhan Yesus juga mencela kalau tidak benar, lalu disertai dengan hukuman. Kedua hal ini harus kita mengerti dan terima sebagai bentuk dari kasih Yesus.

Bukankah kita percaya bahwa Ia mengasihi kita semua? Oleh sebab itu, jangan kita lupa akan 2 sisi tersebut.

* Kalau kita melakukan kehendak Bapa, maka kita akan dipuji Tuhan sebagai hamba yang berkenan kepada-Nya dan tidak tanggung-tanggung, kita pun akan menerima pahala atau hadiah dari Tuhan,
* sebaliknya apabila kita melakukan hal yang tidak berkenan di hati Tuhan, maka Tuhan akan mencela kita dan itu tentu ada hukumannya. Namun kembali jangan kita lupa, bahwa ini semua adalah bentuk dari kasih Yesus yang tidak berkesudahan bagi kita semua. Amin!


APA YANG DIPUJI OLEH TUHAN YESUS


1. Mereka tidak dapat sabar terhadap orang jahat

Wahyu 2:2, Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

Disini Tuhan Yesus memuji jemaat di Efesus karena mereka tidak dapat sabar terhadap orang jahat, yaitu mereka yang mengaku dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian. Jadi, Tuhan mau supaya kita sebagai jemaat Tuhan menguji kalau ada seorang hamba Tuhan, apakah benar ia seorang rasul seperti yang diakuinya, dsb.

Bagaimana cara mereka mengujinya?


Mereka akan melihat kehidupan dari hamba Tuhan tersebut, pengajarannya, pernyataannya serta integritas daripada orang itu. Apa yang orang tersebut katakan, apakah sama dengan apa yang diperbuatnya? Berhati-hatilah!

Akhir-akhir ini, saya ditegur Tuhan dengan keras gara-gara saya tidak berani atau dianggap sungkan untuk berbicara tentang hal ini. Kadang-kadang saya berpikir bahwa kita mempunyai ‘kode etik’ sebagai sesama hamba Tuhan. Namun disini justru Tuhan berkata, “Kamu salah! Sebab apa yang dibawa atau disampaikan hamba Tuhan yang tidak benar itu akan mengakibatkan ‘transfer of spirit’ kepada jemaat-Ku”.

Oleh sebab itu, saudara boleh melihat dan menguji saya, dan seperti Rasul Paulus yang berkata, “Jadilah pengikutku, seperti aku menjadi pengikut Tuhan Yesus!”, artinya kalau aku tidak benar dalam mengikut Tuhan Yesus, maka jangan ikut aku! Ini adalah gambaran hamba Tuhan yang luar biasa, namun sayangnya tidak semua hamba Tuhan berkata seperti itu. Terus terang, saya jarang berbicara mengenai hal ini, dan untuk itu saya ditegur keras oleh Tuhan.

Tentu kita masih ingat dengan Matius 7:21–23 yang berkata, Bukan orang yang berseru kepada-Ku: “Tuhan! Tuhan!” yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, tetapi mereka yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga. Pada hari terakhir (bukankah saat ini adalah hari-hari yang terakhir?) akan banyak orang yang datang kepada-Ku dan berkata, “Tuhan, bukankah aku sudah bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu?” Tetapi di situ Aku akan berterus-terang kepada mereka: “Sesungguhnya Aku tidak mengenal kamu, enyahlah kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Saya paling ngeri kalau mendengar hal ini, sebab ternyata kesuksesan seseorang dalam pelayanan belum tentu menunjukkan kualitas hubungan seseorang dengan Tuhan. Amin!

Saya banyak melihat kadang-kadang ada seorang hamba Tuhan yang sudah bertahun-tahun melakukan hal yang tidak benar tetapi pelayanannya begitu luar biasa. Saya sempat bertanya kepada Tuhan bagaimana dengan hal ini karena sudah bertahun-tahun hamba Tuhan itu melakukan hal yang tidak benar dan sekarang, dalam waktu 3½ tahun baru terbongkar. Jadi selama ini bagaimana dengan hal tersebut?

Ternyata Tuhan melihat dari 2 sisi, yaitu:

1. Dari sisi dari hamba Tuhan tersebut, artinya Tuhan masih memberikan waktu kepadanya untuk bertobat.
2. Dari sisi jemaat-Nya karena Tuhan begitu “care” dengan jemaat-Nya.

Saya ingin memberikan gambaran kepada saudara, kalau ada seorang hamba Tuhan yang sudah mengajak jemaat untuk memuja dirinya atau membuat jemaat itu terfokus kepada dirinya atau kepada organisasinya, saudara harus berhati-hati!

Kalau kita melihat aliran-aliran yang sesat, maka semuanya seperti itu. Dan kadangkala dalam aliran-aliran sesat, mereka akan membuat satu nubuatan-nubuatan dan pengikutnya pun menjadi begitu fanatik. Bahkan kalau nubuatannya salah atau tidak terjadi, itu tidak mengapa atau “dimaafkan”. Hari-hari ini berhati-hatilah dalam menghadapi hal ini!


2. Mereka bertekun dalam iman, kasih, kesaksian, pelayanan dan penderitaan (Wahyu 2: 18)

· Bertekun dalam iman, kasih dan kesaksian, artinya baik perkataan maupun perbuatan tetap mencerminkan Kristus dalam diri kita.

· Bertekun dalam pelayanan artinya menjadi garam dan terang dimana pun kita berada.

Hari-hari ini Tuhan dengan jelas sangat kuat berbicara agar kita memperhatikan orang-orang miskin dan sengsara. Keadaan semakin lama semakin buruk, tetapi kita justru diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menunjukkan kasih Kristus. Bersiap-siaplah untuk menerima perpindahan kekayaan, tetapi jangan lupa bahwa yang menjadi nomor satu adalah untuk kepentingan Kerajaan Kristus di muka bumi ini. Perhatikan sekeliling kita, kalau ada orang-orang miskin dan sengsara, itu yang harus kita perhatikan karena ini saatnya yang paling tepat bagi kita untuk menunjukkan kasih Kristus kepada mereka dan dunia. Kalau kita mau melakukan hal ini, maka kita akan diberkati Tuhan berlimpah-limpah. Amin!


BERSAMBUNG

Ringkasan khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Minggu - 1 Juni 2008 di JCC Senayan.
 

Contact Us

400 Orchard Road #07-01

Orchard Towers

Singapore 238875


Tel: (65) 6463 4695

Fax: (65) 6227 6084

email: info@bcs.org.sg