Goncangan dan Kekayaan Print E-mail

Warta Sepekan 1 Juni 2008

Hagai 2:7-10
“Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;

Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.

Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”

Judul di atas mengandung dua kata yang kelihatannya saling bertolak belakang. Kebanyakan orang merasa takut atau minimal tidak nyaman ketika mendengar kata ‘goncangan’. Berbagai gambaran terlintas dalam pikiran dari penyakit yang mematikan, kemiskinan, kecelakaan, bencana alam, kejahatan sampai resesi dan pemanasan global. Sebaliknya kata ‘kekayaan’ diminati hampir semua orang. Siapa yang tidak ingin makan enak, kerja enak, rumah enak, mobil enak, semua serba enak. Tetapi sayangnya kita tidak bisa memilih salah satu dan menolak yang lainnya. Kita tidak bisa memilih kehidupan yang hanya dipenuhi kekayaan dan sama sekali bebas dari goncangan. Bahkan Alkitab berkata bahwa di hari-hari terakhir (yakni saat ini), akan terjadi goncangan-goncangan yang hebat yang akan berdampak langsung atas kekayaan bangsa-bangsa dan kondisi Rumah Tuhan (Kerajaan-Nya).


“Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: SEDIKIT WAKTU LAGI maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.” Hagai 2:7-8

Kata ‘sedikit waktu lagi’ memberikan kesan bahwa goncangan-goncangan yang kian meluas dan memuncak ini merupakan tanda bahwa waktu kita sudah tidak banyak lagi. Waktu untuk apa?

Untuk menyelesaikan Amanat Agung! ‘Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku’ (Matius 28:19).

Dengan kata lain, kita harus menyatakan pemerintahan dan kerajaan Kristus dalam hati setiap orang. Kita harus menuntaskan dan menyelesaikan Amanat Agung dalam generasi ini karena barulah sesudah itu Yesus akan datang kembali.

Untuk mencapai tujuan ini tentu dibutuhkan biaya yang tidak terhitung banyaknya. Dari manakah kita akan memperoleh uang sebanyak itu?

Tuhan sendiri yang akan menyediakan! ‘Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas’, demikianlah firman TUHAN semesta alam (Hagai 2:9).

Tuhan adalah pemilik dari semua kekayaan yang ada di bumi ini, dan semua disediakan bagi kepentingan Kerajaan-Nya.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).

Barangsiapa memprioritaskan kepentingan Tuhan akan diberkati secara luar biasa.

Jadi inilah prinsip kemakmuran Kerajaan Allah: Tuhan adalah pemilik dari segala sesuatu, kita adalah pengelolanya. Kita harus mengijinkan Tuhan untuk menuntun kita dalam pemakaian uang dan kekayaan yang dipercayakan kepada kita.

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan MEMPERCAYAKAN hartanya kepada mereka” (Matius 25:14).

Pertanyaan yang harus kita ajukan adalah: ‘Dapatkah Tuhan mempercayai kita? Seberapa banyakkah Tuhan dapat mempercayai kita, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan kekayaan? Dapatkah Ia mempercayai kita dalam hal perpuluhan, persembahan khusus, buah sulung, memberi makan orang lapar? Masing-masing kita harus menjawab sendiri.

Untuk dapat menilai diri sendiri maka kita dapat mengajukan pertanyaan ini. Dalam hal apakah kita investasikan kekayaan yang Tuhan percayakan kepada kita?

Apakah dalam hal: “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya” (Galatia 5:19-21) ?

Ataukah dalam hal: “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Galatia 5:22-23) ?

Kenyataannya adalah bahwa sebagian besar kekayaan bangsa-bangsa dikuasai oleh orang-orang yang fasik, korup, pelaku kejahatan, tidak takut Tuhan, dan sebagainya. Mereka tidak memakainya untuk kepentingan Kerajaan Allah karena hati mereka jauh dari Allah.


JADI APAKAH YANG TUHAN LAKUKAN?


Ia menggoncangkan :

* Langit

* Bumi

* Laut

* Darat

* Segala bangsa


APAKAH TUJUAN DARI GONCANGAN INI?


Agar kekayaan bangsa-bangsa MENGALIR ke Rumah Tuhan. Artinya supaya kekayaan milik Tuhan dialihkan kepada orang-orang yang dapat dipercayai Tuhan, yang akan memakai kekayaan ini untuk kepentingan Tuhan, yaitu mendirikan Kerajaan-Nya di muka bumi. Hal ini juga sering disebut sebagai transfer kekayaan.

Kekayaan bangsa-bangsa dapat dimengerti sebagai:

1) Jiwa-jiwa.

2) Kekayaan finansial.

Sementara segala sesuatu mengalami goncangan, Rumah Tuhan akan semakin dipenuhi dengan kemuliaan. Jadi janganlah takut dengan goncangan yang terjadi, karena Tuhan punya rencana yang luar biasa untuk orang-orang benar.

“Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan MELEBIHI kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” (Hagai 2:10).

Gereja sedang memasuki era kemuliaan yang lebih besar. Tuhan telah merencanakan agar keadaan akhir Gereja-Nya sebelum kedatangan-Nya yang kedua akan melebihi keadaan yang sebelumnya. Gereja akan bergerak dalam pengurapan ganda.



SIAPAKAH YANG AKAN MENGALAMI TRANSFER KEKAYAAN INI?


“Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.” (Hagai 1:8).

“Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

... Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:35-36, 40).

“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” (Yakobus 1:27).

Orang-orang yang mau memprioritaskan kehendak dan kepentingan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain, akan dipercayakan Tuhan dengan kekayaan bangsa-bangsa. Berilah dengan penuh gairah dan sukacita (JOY).

Jesus

Others

Y o u


(Jerry Lubis)

 

Contact Us

400 Orchard Road #07-01

Orchard Towers

Singapore 238875


Tel: (65) 6463 4695

Fax: (65) 6227 6084

email: info@bcs.org.sg