| Berjalan dalam Tujuan Kerajaan Allah (Bag.2) |
|
|
|
Warta Sepekan 25 May 2008
MENJADI YUSUF-YUSUF DI AKHIR JAMAN Kita tahu kisah Yusuf di mana dalam tempo yang relatif singkat, Yusuf yang tadinya di penjara kemudian dikeluarkan untuk menterjemahkan mimpi dari Firaun. Dan tiba-tiba Tuhan mengangkat Yusuf menjadi kuasa di Mesir, yaitu orang kedua setelah Firaun. Dan Firaun berkata, “Hanya tahta inilah yang menjadi kelebihanku daripadamu”. Perhatikan baik-baik! Meskipun Yusuf menjadi orang nomor 2 di Mesir, tetapi semua ide, semua kebijaksanaan yang diberlakukan itu berasal dari Yusuf yang menerimanya dari Tuhan. Dan ini jugalah yang akan terjadi! Saya perhatikan banyak orang sekarang langsung mengejar untuk menjadi yang nomor 1, tentu itu boleh-boleh saja. Tetapi tidak semua orang harus demikian atau menjadi yang nomor 1. Saudara bisa saja menjadi nomor 2, nomor 3, dan seterusnya. Tetapi perhatikan! Ide dan kebijaksanaan yang Saudara miliki-lah yang dipakai dan itu semua tentunya berasal dari Tuhan Yesus. Dan inilah yang disebut sebagai Yusuf di akhir jaman. Yusuf begitu luar biasa. Ia diberikan kemampuan untuk mengartikan mimpi Firaun sebanyak 2 kali di mana tidak seorang pun yang bisa mengartikannya. Mimpi-mimpi Firaun itu adalah sebagai berikut: 1. Ada 7 lembu yang kurus keluar dari Sungai Nil, kemudian memakan 7 lembu yang gemuk. Mimpi ini membuat Firaun terkejut dan bertanya-tanya ada apakah ini. Lalu ia tertidur lagi dan kembali bermimpi. 2. Mimpi yang kedua adalah, ada 7 bulir gandum yang kurus menelan 7 bulir gandum yang bernas dan baik. Firaun terbangun dan kembali terkejut. Kemudian Firaun memanggil para ahli untuk mengartikan mimpinya dan tidak ada seorang pun yang sanggup mengartikan mimpi tersebut. Singkat cerita, Yusuf dipanggil dari penjara untuk mengartikan mimpi tersebut dan Yusuf bisa mengartikan mimpi Firaun itu. Yusuf berkata kepada Firaun bahwa akan ada masa kelaparan yang dahsyat selama 7 tahun yang mana diawali dengan 7 tahun masa kelimpahan. Dan kalau diberi mimpi 2 kali, itu artinya Allah telah memastikan hal itu akan terjadi dan Allah akan segera melakukannya. Bahkan bukan hanya mengartikan mimpi itu saja, Yusuf juga memberikan jalan keluarnya, yaitu: 1. Firaun harus mencari seseorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. 2. Tempatkan penilik-penilik atas negeri ini selama tujuh tahun kelimpahan itu serta memungut seperlima bagian atau 20%, dan ini merupakan persediaan untuk 7 tahun masa kelaparan. Begitu Yusuf mengutarakan idenya, Tuhan sendiri yang membuat semua orang setuju dan Firaun sendiri yang berkata siapa lagi yang diberi kuasa selain Yusuf sendiri. Kalau saya renungkan prosesnya, mungkin dalam waktu tidak sampai 1 jam Yusuf diangkat menjadi orang nomor 2 di Mesir. Tadi kita berbicara tentang masa kelaparan; apakah Saudara sadar bahwa sekarang ini dunia sedang masuk dalam masa kelaparan? Saya membaca di koran bahwa PBB menyebutkan kelaparan ini sebagai “Silent Tsunami”. Seperti Tsunami, sesuatu yang membunuh secara cepat tetapi diam-diam. Mengapa? Sebab dikatakan bahwa ada 100 juta orang yang 6 bulan yang lalu dalam keadaan baik-baik saja, sekarang mereka sudah dikategorikan kekurangan pangan. Dikatakan pula bahwa krisis pangan ini lebih jahat daripada krisis ekonomi. Mengapa? Sebab krisis pangan akan menimbulkan penjarahan dan kerusuhan, dan ini sudah di mulai. Kemarin saya membaca di koran, Presiden Bush sampai meminta kepada senat di Amerika sebanyak US$ 770 juta untuk mensubsidi pangan supaya tidak terjadi hal semacam ini. Kalau tadinya banyak ditonjolkan berita tentang resesi di Amerika tetapi tiba-tiba saja berita itu lenyap dan digantikan dengan berita resesi pangan. Saya juga membaca di koran apa yang menyebabkan harga pangan itu naik, dan ternyata faktornya terlalu banyak dan terlalu kompleks. Saya tidak tahu apakah ini akan terus berlanjut dan meterai ketiga seperti yang tertulis dalam Wahyu 6:5-6 akan terjadi yaitu, “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar.” Presiden SBY beberapa malam yang lalu muncul di TV dan menjelaskan keadaan dunia dan dampaknya bagi Indonesia. Ini adalah sesuatu yang serius, namun demikian ada berita gembira buat anak-anak-Nya. Ada janji Tuhan bagi kita anak-anak-Nya dalam Wahyu 3:10, “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” Rahasia supaya kita dilindungi Tuhan adalah menuruti Firman Tuhan untuk tekun menantikan-Nya. Matius 24:42 “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Alkitab berkata supaya kita berjaga-jaga sebab kita tidak tahu hari yang tepat Tuhan Yesus itu akan datang. Saya percaya kita diminta untuk berdoa dan berjaga-jaga sepertinya Tuhan Yesus akan datang nanti malam. Kalau kita tahu bahwa Tuhan Yesus akan datang nanti malam, tentunya kita akan sungguh-sungguh berdoa dan berjaga-jaga. Tetapi ada juga pesan Tuhan bagi kita dalam menanti-nantikan Tuhan, yaitu dalam Matius 24:46 “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” Artinya, pada waktu Tuhan Yesus itu datang, orang tersebut dalam keadaan sedang bekerja dengan giat dan penuh tanggung jawab dalam pekerjaannya. Dalam menuruti Firman Tuhan untuk tekun menantikan kedatangan-Nya, ada 2 hal yang penting, yaitu: 1. Secara rohani, yang Tuhan mau adalah supaya kita berjaga-jaga dan berdoa sepertinya Tuhan Yesus akan datang nanti malam. 2. Kita harus tetap giat bekerja dan tekun bekerja sepertinya Tuhan Yesus akan datang 100 tahun lagi. Kadang-kadang masih ada orang yang bingung dan bertanya-tanya tentang hal ini. Jadi begini, saya sudah banyak melihat ada orang-orang yang sudah menetapkan tanggal kedatangan Tuhan Yesus, sebagai contoh, misalkan ada yang menetapkan tanggal 1 Juni 2008 Tuhan Yesus akan datang kembali, maka dengan demikian orang-orang yang mendengarnya bisa berpikiran jahat sehingga berkata buat apa saya bekerja, dan akhirnya mereka akan memakai pakaian putih serta naik ke atas gunung. Tuhan tidak mau seperti itu, sehingga dikatakan kita harus bekerja dengan giat seolah-olah Tuhan Yesus baru datang 100 tahun lagi, supaya ketika Ia benar-benar datang kita didapati sedang melakukan tugas kita. Tetapi secara rohani, kita perlu mempersiapkan diri kita dengan berjaga-jaga seperti jika nanti malam Tuhan Yesus akan datang. Saya percaya kalau Saudara lakukan ini, Tuhan berjanji, “Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi”. Dan saya mau memberitahu bahwa pencobaan itu sudah datang! Saudara mungkin masih ingat kesaksian ini, di mana lebih dari 6 bulan yang lalu belum ada berita-berita di koran tentang resesi Amerika atau resesi pangan seperti sekarang ini. Sebelum berita-berita itu muncul, Tuhan sudah berbicara kepada saya dan kepada banyak hamba Tuhan yang lain bahwa memasuki tahun 2008 akan terjadi perpindahan kekayaan kepada orang-orang benar. Pada waktu itu saya sempat bertanya kepada Tuhan demikian, “Tuhan, bagaimana caranya supaya terjadi perpindahan kekayaan itu?” Tuhan berkata: “Ada bagian-Ku dan ada bagianmu.” Jadi perpindahan kekayaan itu terjadi karena: 1. Bagian Tuhan, adalah seperti yang tertulis dalam Hagai 2:7-10 “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.” Kita adalah Rumah-Nya Tuhan, oleh sebab itu bersiap-siaplah, sebab di tengah-tengah goncangan tersebut justru akan terjadi perpindahan kekayaan. Amsal 13:22 “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.” Ini ditulis beberapa ribu tahun yang lalu, tetapi sekarang saya percaya ayat ini digenapi, sebab yang disimpan akan dikeluarkan karena akan digunakan untuk tujuan Kerajaan Kristus di muka bumi ini. 2. Bagian kita. Hagai 2:9 “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” Kalau kita mau supaya emas dan perak itu berpindah kepada kita, jangan susah-susah, tanya saja kepada yang empunya emas dan perak itu. Dan seperti Hagai 2:9 katakan, yang mempunyai semua itu adalah Tuhan Yesus. Banyak orang yang mengadakan analisa, misalnya analisa pasar dan macam-macam lainnya, tetapi saya mau memberitahu, kalau goncangan yang ada sudah terlalu kuat, maka analisa-analisa itu akan ‘amburadul’ semua. Dan satu-satunya jalan adalah bertanya kepada yang empunya! Perhatikan ini! Saudara harus bersiap-siap sebab goncangan-goncangan sedang terjadi. Kalau dikatakan “sedikit waktu lagi, sedikit waktu lagi” pesan Tuhan itu sudah ± 7 bulan yang lalu kita dengar. Dan ternyata itu benar terjadi, langit dan bumi digoncang, seperti masalah “Global Warming” semua menjadi tidak ‘karu-karuan’, darat dan laut semuanya digoncang, dan semuanya itu supaya barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir ke Rumah Tuhan. Ini luar biasa! Ada yang paling sering saya ucapkan dan tidak akan pernah bosan-bosannya saya katakan ini kepada Saudara, yaitu dari Maleakhi 3:8-12. Saya percaya apabila Saudara bertanya kepada Tuhan, ini juga yang akan menjadi jawaban-Nya. Pada waktu itu Tuhan berkata kepada bangsa Israel, “Kamu penipu! Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Persembahkan itu kepada-Ku, uji Aku, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan! Aku akan menghardik belalang pelahap yang datang dalam kehidupanmu!” Saudara jangan lupa, bahwa ada persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Dahulu pada awalnya kita selalu berbicara tentang persembahan persepuluhan saja, tetapi itu ternyata tidak cukup, sebab Tuhan katakan ada persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Seperti yang sering saya saksikan kepada Saudara, bahwa setiap kali saya menerima berkat, maka paling sedikit saya menyisihkan 20%. Yang 10% itu pasti untuk perpuluhan dan 10% yang lain untuk persembahan khusus. Tetapi dalam hal ini, persembahan khusus itu tidak harus 10%, terserah mau berapa. Mau memberikan 80% tidak mengapa atau hanya 2% pun terserah Saudara. Tadi saya berbicara tentang Yusuf. Jadi Yusuf mendapatkan tuntunan Tuhan supaya ia menempatkan penilik-penilik dan selama dalam masa kelimpahan menyisihkan 20% untuk disimpan sebagai persediaan pada masa kelaparan. Hal ini terserah apabila mau diterjemahkan sebagai tabungan dan sebagainya, tetapi di sini Tuhan berbicara lain kepada saya. Dengan dasar itu, Tuhan berkata, “Kalau kamu menyisihkan 20% untuk dipersembahkan (artinya 20% ini bukan untuk ditabung, tetapi untuk dipersembahkan), maka itu merupakan persediaan bagimu pada masa kelaparan”. Di sini Tuhan jelas berbicara demikian dan 20% yang dimaksud berbicara tentang persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Tetapi saya tidak berbicara kalau persembahan khusus itu harus 10%. Hati-hati! Sebab tidak ada ayatnya yang berkata seperti itu. Oleh karena itulah saya berkata bahwa terserah Saudara mau memberikan berapa untuk persembahan khusus, apakah 5%, 10%, 50% atau bahkan 100%, itu terserah Saudara. Tetapi yang penting kalau Saudara melakukan ini, yaitu memberikan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus, maka itu merupakan persediaan bagi Saudara pada masa kelaparan. Setiap manusia mempunyai masa kelimpahan dan masa kelaparan, seperti Rasul Paulus pernah berkata dalam Filipi 4:12, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.” Tetapi kalau Saudara memberikan persepuluhan dan persembahan khusus, Tuhan dengan jelas berkata, “Kamu tidak akan mengalami dan tidak mengetahui bahwa masa kelaparan sedang terjadi dalam hidupmu!” Padahal sesungguhnya saat itu kita sedang masuk masa kelaparan. Mengapa? Sebab kita sudah membuat persediaan bagi kita untuk masa kelaparan. Kita harus bertanya kepada Tuhan yang empunya emas dan perak, bagaimana supaya terjadi perpindahan kekayaan tersebut. Saya akan terus tuntun Saudara, apa yang Tuhan taruh di hati saya akan saya beritahukan kepada Saudara. Sekarang ini kita sedang masuk dalam masa kelaparan, jadi masa kelaparan bukan di ambang pintu lagi, tetapi kita sudah mulai masuk secara globalisasi. Tetapi sekali lagi, untuk anak-anak-Nya yang menuruti Firman Tuhan dan tekun menantikan Dia, ia akan diluputkan! Satu hal lagi, apabila Saudara mau melihat emas dan perak berpindah kepada Saudara, menaburlah di SCCC! Kemarin pada waktu doa pengerja, panitia SCCC mengucapkan terima kasih kepada yang sudah memberi kepada proyek SCCC, di situ saya langsung berkata bahwa sesungguhnya yang harus mengucapkan terima kasih bukanlah panitia SCCC, tetapi kitalah yang harus berterima kasih karena ada SCCC. Dahulu pada awal-awal SCCC mulai dibangun dan kita baru mulai menabur, seolah-olah SCCC-lah yang membutuhkan uang kita, tetapi sebenarnya justru Tuhan memberikan SCCC untuk memberkati kita semua dan sekarang itu sudah terbukti. Saya percaya ada banyak di antara Saudara yang diberkati Tuhan melalui SCCC ini, karena itu memang adalah “Miracle Center” dan “Healing Center”. Saya juga percaya bahwa Tuhan akan terus menuntun anak-anak-Nya supaya bisa melalui hari pencobaan dan masa kelaparan yang sedang datang ini. HALELUYA! Ringkasan khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Minggu - 4 Mei 2008 di JCC Senayan. |



