Berjalan dalam Tujuan Kerajaan Allah (Bag.1) Print E-mail

Warta Sepekan 18 May 2008

Beberapa waktu yang lalu kita bersama-sama sudah memperingati Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Pesan terakhir Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum naik ke sorga dalam Kisah Para Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Mari kita meng-imani bahwa kita semua akan menjadi saksi Yesus di Yerusalem (berbicara tentang keluarga), di seluruh Yudea (bisa diartikan sebagai di antara saudara-saudara seiman), di Samaria (berarti di antara orang-orang yang bukan seiman) dan bahkan sampai ke ujung bumi. Alkitab berkata, selama 10 hari ada 120 orang murid Tuhan Yesus di kamar loteng bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama menantikan janji Bapa. Saudara, hari-hari ini adalah hari yang paling tepat untuk kita bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama. Artinya, masing-masing keluarga bertekun dengan sehati berdoa bersama-sama menantikan janji Bapa.

Pada kesempatan ini, Tuhan Yesus memberikan pesan-Nya kepada kita melalui Matius 7:21-23 “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Setiap kali membaca ayat ini, saya ngeri. Kita percaya bahwa hari-hari ini adalah akhir daripada “akhir” jaman. Yang membuat saya terkejut adalah tadi dikatakan bahwa ada banyak orang yang berseru kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga”. Ini luar biasa! Sebab itu berbicara tentang para pelayan Tuhan atau hamba-hamba Tuhan yang dipakai untuk bernubuat, mengusir setan serta mengadakan banyak mujizat. Namun Tuhan Yesus berkata bahwa pada waktu itu Ia akan berterus terang kepada mereka dan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Kalau hamba-hamba Tuhan saja dapat diperlakukan seperti ini, pesan Tuhan bagi kita semua adalah: Hati-hati! Saya bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ada beberapa kemungkinan jawaban, yaitu:

1. Mungkin mereka pernah melakukan apa yang disebut dengan bernubuat, mengusir setan, mengadakan banyak mujizat, dan sebagainya, tetapi pada waktu bertemu Tuhan Yesus mereka sudah menyimpang dari kebenaran.

2. Mungkin mereka sedang melakukan bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat, tetapi tidak melakukan kebenaran sesuai Firman Tuhan secara total. Oleh karena itu, pesan Tuhan ialah agar setiap murid Tuhan Yesus dan para pelayan Tuhan melakukan seluruh kebenaran Firman Tuhan dan tidak menganggap keberhasilan dalam pelayanan sebagai standar untuk menilai hubungan seseorang dengan Tuhan Yesus. Hati-hati dengan hal ini! Saya jarang berbicara seperti ini, tetapi saya terpaksa berbicara karena dari hamba-hamba Tuhan yang jatuh, sebelum kejatuhannya mereka telah diberi kesempatan oleh Tuhan selama bertahun-tahun untuk bertobat dan tidak melakukan kesalahannya lagi. Meskipun dalam keadaan demikian, pelayanan hamba Tuhan tersebut masih luar biasa. Tetapi ada saatnya, ketika semuanya disingkapkan oleh Tuhan, barulah pelayanannya berhenti.

3. Mereka sedang melakukan bernubuat, mengusir setan, mengadakan mujizat tetapi tidak melakukan kehendak Bapa pada jaman ini.

MELAKUKAN KEHENDAK BAPA PADA JAMAN INI

Bulan yang lalu kita sudah berbicara tentang umat yang layak dan saya mengambil Daud sebagai contohnya. Daud adalah contoh umat yang layak. Mengapa? Sebab Tuhan sendiri berkata tentang Daud, “Aku telah menemukan Daud bin Isai seorang yang berkenan di hatiKu dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”

Jadi Tuhan berkenan kepada Daud karena dia melakukan kehendak Allah. Kehendak Allah yang mana? Kisah Para Rasul 13:36 “... Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada jamannya ...” Daud tidak melakukan kehendak Allah pada jaman orang lain, tetapi pada jamannya-lah ia melakukan kehendak Allah, sehingga ia menjadi salah satu orang yang berkenan kepada Tuhan. Saya percaya bahwa melakukan kehendak Bapa dalam arti luas adalah melakukan seluruh kebenaran Firman Tuhan secara total. Tetapi hari-hari ini pesan Tuhan kepada kita adalah supaya kita melakukan kehendak Bapa “pada jaman ini”.
Mari kita renungkan kembali, apa kehendak Bapa pada jaman ini? Tahun 2008 ini adalah tahun yang luar biasa, sebab begitu kita masuk tahun 2008, banyak hamba Tuhan di seluruh dunia mendapatkan hal yang sama tentang tahun 2008, yaitu:

  1. Tahun 2008 adalah Tahun Permulaan yang Baru, ‘The New Beginning’.
    Angka 8 bagi orang Yahudi merupakan angka yang baru atau yang pertama, jadi bagi kita sama seperti angka 0 atau 1. Karena itu Tuhan juga membukakan bagi kita Yesaya 43:18-19, firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” Jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara adalah merupakan suatu mujizat apabila pada waktu itu ada yang bisa membuatnya. Di sini Tuhan mau katakan bahwa tahun ini, mulai tahun 2008 adalah tahun mujizat. Oleh sebab itu, lupakan yang lalu, jangan ingat-ingat lagi!

    * Mungkin dulu Saudara gagal, lupakan itu! Karena di depan ini kesuksesan menunggu Saudara.
    * Mungkin dulu Saudara sakit, lupakan itu! Karena di depan sana kesembuhan sedang menanti.

    Saya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa tahun ini adalah tahun mujizat dan kesembuhan ketika pada bulan yang lalu saya melayani KKR di Kendal dan Tayu, Jawa Tengah. Di sana saya melihat kesembuhan yang terjadi lebih dahsyat lagi dibandingkan tahun lalu. Dan hari-hari ini saya banyak mendengar bahwa tahun ini adalah tahun mujizat dan kesembuhan dan saya mau menyatakan bahwa ini adalah kehendak Bapa pada jaman ini.
  2. Arti yang kedua dari Tahun Permulaan yang Baru adalah hari-hari ini kita diminta untuk mengingat kembali permulaan yang baru kita dengan Tuhan Yesus.
    Kapankah permulaan yang baru kita dengan Tuhan Yesus terjadi? Itu terjadi pada waktu kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Mungkin itu sudah terjadi belasan tahun yang lalu, tetapi yang jelas, pada waktu kita bertobat dan mengaku Yesus adalah Tuhan serta mengundang-Nya masuk dalam hati kita, Dia ada di dalam kita, Roh-Nya ada di dalam kita. Saya percaya pada saat itu kita mengalami kelahiran baru, dan kondisi kita sedang dalam kasih yang mula-mula. Inilah yang Tuhan mau dan merupakan kehendak Bapa pada jaman ini di mana kita diminta untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Saya percaya bahwa orang yang seperti ini pasti akan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi dirinya sendiri. Kita harus menangkap baik-baik bahwa yang menjadi kehendak Bapa pada jaman ini adalah mengasihi Tuhan dengan kasih yang mula-mula dan kita harus dalam kondisi panas dan bergairah dengan Tuhan. Kalau kita melakukan hal ini, maka pada waktu kita bertemu dengan Tuhan Yesus dan mungkin pada saat itu kita juga sedang dipakai untuk bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat, saya percaya Tuhan Yesus akan berkata, “Engkau adalah hamba yang berkenan di hati-Ku!”
  3. Hamba-hamba Tuhan di seluruh dunia sepakat mengatakan bahwa tahun 2008 adalah waktu yang ditetapkan Tuhan bagi dilepaskannya Reformasi Apostolik ke-3 dan dipercayai sebagai yang terakhir secara penuh. Tetapi bukan berarti masuk tahun 2008 Reformasi Apostolik ke-3 baru dimulai, sebab ini sudah terjadi sebelumnya, namun hamba-hamba Tuhan seluruh dunia sepakat bahwa tahun 2008 adalah waktu yang ditetapkan Tuhan bagi dilepaskannya Reformasi Apostolik ke-3 secara penuh.

    • Reformasi Apostolik ke-1.
    Terjadi pada abad pertama. Maksud Tuhan dengan adanya Reformasi Apostolik ke-1 adalah untuk menekankan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus dan tidak ada nama lain yang olehnya kita mendapatkan selamat selain hanya dalam nama Yesus Kristus Tuhan. Pada waktu itu orang-orang percaya harus menjadi anggota Tubuh Kristus dan mereka harus bergabung dalam gereja. Inilah yang ditekankan dalam Reformasi Apostolik ke-1.

    • Reformasi Apostolik ke-2.
    Para ahli sejarah menetapkan bahwa tahun 1517 adalah dimulainya Reformasi Apostolik ke-2. Kita tahu bahwa tahun 1517 adalah tahun lahirnya Gereja Protestan yang dikenal sebagai Reformasi Gereja dari masa kegelapan oleh Martin Luther dan dimulainya restorasi gereja. Apa tujuan Tuhan dengan adanya Reformasi Apostolik ke-2 ini? Jawabannya ada pada Efesus 4:11-16, di mana dikatakan bahwa Tuhan merestorasi dan membangun gereja-Nya supaya gereja-Nya masuk ke dalam kedewasaan penuh dan melakukan pelayanan Yesus Kristus. Untuk itu Tuhan merestorasi 5 jawatan, yaitu penginjil, gembala, guru, nabi dan rasul. Setelah kelima jawatan ini direstorasi, mereka akan memperlengkapi orang-orang kudus untuk tujuan pelayanan yaitu mendemonstrasikan kuasa Kristus dan Kerajaan Tuhan Yesus di muka bumi ini.

    Restorasi kelima jawatan terjadi pada tahun sebagai berikut:
    - Tahun 50-an terjadi restorasi jawatan penginjil
    - Tahun 60-an terjadi restorasi jawatan gembala
    - Tahun 70-an terjadi restorasi jawatan guru
    - Tahun 80-an terjadi restorasi jawatan nabi
    - Tahun 90-an terjadi restorasi jawatan rasul

    Sekitar tahun 2000, yaitu tahun 1990 sekian, orang-orang kudus mulai bergerak. Saya ingat pada waktu restorasi nabi dan rasul, saya mulai dipanggil Tuhan untuk menjadi hamba-Nya. Saya melihat kalau dulu orang-orang kudus hanya ada pada waktu mereka berada di gereja, tetapi sekarang berbeda. Sebab sekarang orang-orang kudus tidak hanya berada di gereja, tetapi juga berada di luar gereja dan bahkan di ‘marketplace’! Inilah yang disebut dengan Gereja 24-7 (‘twenty four-seven’), 24 jam sehari, siang dan malam, 7 hari dalam seminggu. Dahulu ini belum terjadi, tetapi sekarang orang-orang kudus mulai bergerak dan menjadi garam dan terang di tempat mereka bekerja dan di lingkungan mereka.

    • Reformasi Apostolik ke-3.
    Di tengah-tengah orang kudus yang sedang bergerak tersebut, tiba-tiba Tuhan berbicara kepada anak-anak-Nya, “Aku akan segera datang untuk kali yang kedua”. Kalau Dia datang untuk kali yang kedua apa yang terjadi? Wahyu 11:15 “Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” Dia, Yesus akan memerintah sebagai Raja di bumi ini selama-lamanya, bersama Saudara dan saya.

Ini adalah berita yang hari-hari ini datang kepada Gereja-Nya, dan hari-hari ini Tuhan berbicara seperti apa yang pernah Tuhan tugaskan kepada manusia sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Dalam Kejadian 1:27-28, kita diminta untuk menaklukkan dan menguasai bumi atau ‘dominion’. ‘Dominion’ di sini bukan karena kita mempunyai uang, karena kita kuat dan bisa menguasai. Bukan itu! Tapi ‘Dominion’ di sini adalah kuasa dari tempat yang Maha Tinggi yang diberikan kepada Saudara dan saya untuk tujuan Kerajaan Tuhan Yesus di muka bumi ini. Kalau kita membaca Kejadian 1:27-28, dikatakan supaya kita bisa menaklukkan dan menguasai bumi atau ‘dominion’, maka yang harus kita lakukan adalah:

1. ‘Be Fruitful’, yang arti rohaninya adalah berbuah-buah.

2. ‘Multiplied’, atau multiplikasi. Di sini kita harus ingat bahwa multiplikasi tidak terjadi dengan sendirinya tetapi harus mengikuti apa yang Tuhan katakan kepada kita.

3. Penuhi bumi. Untuk ini Tuhan mencurahkan Roh Kudus dan kuasa-Nya.

Firman Tuhan berkata, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Saya percaya hari-hari ini kita sedang memasuki Reformasi Apostolik ke-3. Tangkap hal ini baik-baik! Dan dikatakan bahwa ada ratusan nabi dan ratusan rasul yang percaya bahwa mulai tahun 2008 ini akan terjadi:

1. Orang-orang kudus akan diberikan kuasa atau ‘dominion’ dalam semua bidang kehidupan. Ini luar biasa, sebab dikatakan ada ratusan nabi dan rasul, kalau hanya 1 atau 2 orang saja mungkin itu biasa-biasa saja, tetapi ini sungguh luar biasa karena ada ratusan nabi dan rasul yang mendapatkan hal yang sama. Bersiap-siaplah untuk itu!

2. Akan terjadi perpindahan kekayaan dari orang-orang fasik kepada orang-orang benar, tetapi dengan tujuan untuk kepentingan Kerajaan Kristus di muka bumi ini.

Pada tanggal 8 Maret 2008, seorang nabi Tuhan yang bernama Chuck Pierce mendapatkan pesan dari Tuhan, “Pemerintahan Kerajaan-Ku sekarang akan bangkit dan akan mempengaruhi pemerintahan dunia.”

Camkan baik-baik! Kalau Tuhan Yesus memerintah di bumi ini maka Kemuliaan Tuhan Yesus akan memenuhi bumi ini dan Kerajaan-Nya pun akan memenuhi bumi ini. Hari-hari ini Tuhan berbicara begitu kuat bahwa Ia akan membangkitkan Yusuf-Yusuf di akhir jaman ini.

BERSAMBUNG

Ringkasan khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Minggu - 4 Mei 2008 di JCC Senayan.

 

Contact Us

400 Orchard Road #07-01

Orchard Towers

Singapore 238875


Tel: (65) 6463 4695

Fax: (65) 6227 6084

email: info@bcs.org.sg